Senandika
Di blog pertama ini aku akan membahas mengenai senandika.
Senandika mungkin asing didengar, namun senandika sendiri merupakan sebuah karya sastra lho...Simak yuk penjelasannya
Apa sih Senandika itu?
Menurut KBBI arti kata senandika - se-nan-di-ka: adalah wacana seorang tokoh dalam karya sastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang dipakai untuk mengungkakan perasaan, firasat, konflik batin yang paling dalam dari tokoh tersebut atau untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar. Senandika juga merupakan salah satu prosa, sedangkan prosa adalah jenis tulisan.
Senandika lebih seperti bercerita sendiri, hampir sama dengan monolog. Kita bisa membuat senandika sesuai dengan suasana hati, apa yang sedang dirasakan dan bagaimana mengungkapkannya. Jadi bisa dibilang, senandika adalah ungkapan perasaan atau curahan hati sendiri yang diungkapkan melalui tulisan.
Perlu diingat, senandika jelas berbeda dengan puisi. Senandika cenderung menceritakan soal perasaan, paragraf yang digunakan bisa lebih banyak dan lebih bebas. Sedangkan puisi memiliki kaidahnya sendiri, seperti memiliki rima, memiliki ketukan, memiliki majas yang lebih cenderung memiliki kesan rahasia di dalamnya. jadi penulis puisi bisa menyembunyikan segala yang ingin diungkapkan melalui puisinya.
Berikut ini terdapat beberapa contoh Senandika.
Dua Belas Tahun yang Hilang
Oleh: Windi Laura Putri
Hilang tanpa permisi
pergi tak kembali
hadirmu yang kunantikan saat ini. Tapi, hanya putus asa yang kudapatkan.
dua belas tahun yang hilang menjadi penantian terpanjang, bersamaan dengan kepergianmu ayah.
kau menaruh luka pertama dihatiku sebagai lelaki yang pertama ku cintai. kau menyimpan pilu dihidupku tanpa kembali ke dalam dekapanku lagi.
aku bertanya-tanya, kau dimana? Apakah rambutmu semakin memutih? apakah kau baik-baik saja? Tapi resah, sampai saat ini kau tidak ada kabar sama sekali. Tidak pernah ada notifikasi pesan darimu. tidak ada suara menggema merdu menyapa telingaku, setidaknya mengatakan "Ayah rindu". Arg... aku sangat teramat pilu
kau hanya meninggalkan setitik pilu dan sejuta rindu. dua belas tahun yang hilang membuat ingatanku padamu seakan pudar. Wajahmu kini samar-samar, apakah mungkin karena kita sudah lama tidak berjumpa?
kau hanya menyisakan satu kenangan berupa album foto kita. ku ingat betul, di hari itu umurku genap lima tahun. dan sampai kini ku terus berupaya mencintaimu tanpa ada rasa benci di hati.
Namun, penantianku setelah sekian lama tidak juga berujung titik temu. kau masih semu di dalam bayang-bayang hidupku.
Ayah...aku tidak tahu dimana dirimu dan juga hati nuranimu? Aku teramat rindu
Yuk belajar membuat senandika.....
Semoga bermanfaatt yaaa
BalasHapus